Desa Wisata Tegalmulyo

Desa Wisata Tegalmulyo

Kirab Ageng Metri Bumi Merapi 2025

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam program PLK UNY Mengabdi Natra Vidya 2026 melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai 8 Februari hingga 18 Mei 2026.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa lintas bidang dari Fakultas Teknik UNY dengan dukungan perangkat desa, pengelola wisata, pelaku UMKM kopi, tenaga pendidik, serta masyarakat setempat. Fokus utama program diarahkan pada pengembangan pendidikan, teknologi, pariwisata, mitigasi bencana, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Ketua kelompok PLK menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas informasi desa, promosi wisata digital, pemanfaatan teknologi, serta sarana mitigasi bencana di kawasan lereng Gunung Merapi.

“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan melalui teknologi, edukasi, dan pemberdayaan,” ujarnya.

Berbagai program berhasil dilaksanakan selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa membuat peta potensi desa, papan informasi wisata, plang titik kumpul mitigasi bencana, serta pemasangan penerangan jalan umum berbasis solar cell di kawasan wisata Girpasang. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pembersihan dan pemasangan plang petunjuk arah menuju lokasi wisata seperti Deles Indah, Goa Jepang, dan Camping Ground Sapuangin.

Di bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan pendampingan pembelajaran interaktif di TK Pertiwi Tegalmulyo menggunakan smartboard. Guru-guru juga mendapatkan pelatihan penggunaan smartboard lengkap dengan manual book agar pembelajaran menjadi lebih modern dan menarik.

Kegiatan kreatif ecoprint turut dilaksanakan bersama siswa sekolah dasar sebagai sarana pengembangan kreativitas dan kepedulian lingkungan. Siswa membuat tas ecoprint menggunakan daun dan bunga alami yang berasal dari lingkungan sekitar.

Pada sektor ekonomi kreatif, mahasiswa mendukung pengembangan UMKM kopi lokal melalui dokumentasi proses produksi dan promosi digital menggunakan media sosial. Program lain yang menjadi perhatian masyarakat adalah pembuatan alat monitoring kelembapan penjemuran kopi berbasis Internet of Things (IoT) yang dipasang di kawasan pengolahan kopi Sapuangin.

Melalui alat tersebut, pengelola kopi dapat memantau kondisi kelembapan proses penjemuran secara digital sehingga kualitas kopi lebih terjaga. Mahasiswa juga mengembangkan aplikasi monitoring dan memberikan pelatihan penggunaan alat kepada pengelola kopi.

Selain itu, kegiatan senam bersama warga rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan mempererat kebersamaan masyarakat desa.

Program PLK UNY Mengabdi memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Tegalmulyo. Keberadaan peta potensi dan papan informasi mempermudah wisatawan memperoleh informasi kawasan wisata. Penerangan jalan umum meningkatkan keamanan lingkungan pada malam hari. Promosi digital membantu meningkatkan visibilitas UMKM kopi dan potensi wisata desa di media sosial.

Di bidang pendidikan, guru dan siswa mendapatkan pengalaman pembelajaran berbasis teknologi yang lebih interaktif. Sementara itu, alat monitoring kelembapan kopi menjadi inovasi baru yang mendukung peningkatan kualitas produk kopi lokal.

Pemerintah desa dan masyarakat menyambut baik seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa UNY. Program ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan Desa Tegalmulyo menuju desa wisata berbasis teknologi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.

Share the Post:

Artikel Lainnya

Kirab Ageng Metri Bumi Merapi 2025

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam program PLK UNY Mengabdi Natra Vidya 2026 melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai 8 Februari hingga 18 Mei 2026.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa lintas bidang dari Fakultas Teknik UNY dengan dukungan perangkat desa, pengelola wisata, pelaku UMKM kopi, tenaga pendidik, serta masyarakat setempat. Fokus utama program diarahkan pada pengembangan pendidikan, teknologi, pariwisata, mitigasi bencana, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Ketua kelompok PLK menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas informasi desa, promosi wisata digital, pemanfaatan teknologi, serta sarana mitigasi bencana di kawasan lereng Gunung Merapi.

“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan melalui teknologi, edukasi, dan pemberdayaan,” ujarnya.

Berbagai program berhasil dilaksanakan selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa membuat peta potensi desa, papan informasi wisata, plang titik kumpul mitigasi bencana, serta pemasangan penerangan jalan umum berbasis solar cell di kawasan wisata Girpasang. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pembersihan dan pemasangan plang petunjuk arah menuju lokasi wisata seperti Deles Indah, Goa Jepang, dan Camping Ground Sapuangin.

Di bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan pendampingan pembelajaran interaktif di TK Pertiwi Tegalmulyo menggunakan smartboard. Guru-guru juga mendapatkan pelatihan penggunaan smartboard lengkap dengan manual book agar pembelajaran menjadi lebih modern dan menarik.

Kegiatan kreatif ecoprint turut dilaksanakan bersama siswa sekolah dasar sebagai sarana pengembangan kreativitas dan kepedulian lingkungan. Siswa membuat tas ecoprint menggunakan daun dan bunga alami yang berasal dari lingkungan sekitar.

Pada sektor ekonomi kreatif, mahasiswa mendukung pengembangan UMKM kopi lokal melalui dokumentasi proses produksi dan promosi digital menggunakan media sosial. Program lain yang menjadi perhatian masyarakat adalah pembuatan alat monitoring kelembapan penjemuran kopi berbasis Internet of Things (IoT) yang dipasang di kawasan pengolahan kopi Sapuangin.

Melalui alat tersebut, pengelola kopi dapat memantau kondisi kelembapan proses penjemuran secara digital sehingga kualitas kopi lebih terjaga. Mahasiswa juga mengembangkan aplikasi monitoring dan memberikan pelatihan penggunaan alat kepada pengelola kopi.

Selain itu, kegiatan senam bersama warga rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan mempererat kebersamaan masyarakat desa.

Program PLK UNY Mengabdi memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Tegalmulyo. Keberadaan peta potensi dan papan informasi mempermudah wisatawan memperoleh informasi kawasan wisata. Penerangan jalan umum meningkatkan keamanan lingkungan pada malam hari. Promosi digital membantu meningkatkan visibilitas UMKM kopi dan potensi wisata desa di media sosial.

Di bidang pendidikan, guru dan siswa mendapatkan pengalaman pembelajaran berbasis teknologi yang lebih interaktif. Sementara itu, alat monitoring kelembapan kopi menjadi inovasi baru yang mendukung peningkatan kualitas produk kopi lokal.

Pemerintah desa dan masyarakat menyambut baik seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa UNY. Program ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan Desa Tegalmulyo menuju desa wisata berbasis teknologi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.

Share the Post:

Artikel Lainnya